Jumat, 21 Februari 2014

Ikon Internet Explorer Beserta Fungsinya dan Fungsi Standard Button

1. Menu File
Menu File merupakan fungsi perintah pengendali aplikasi Internet Explorer. Dimana perintah yang disajikan melalui menu File merupakan fungsi perintah utama.Pada menu File terdapat beberapa submenu yang memiliki fungsi masing-masing.
Berikut ini penjelasan dari masing-masing submenu yang terdapat pada menu File beserta fungsinya.

a) New, digunakan untuk melakukan tindakan baru setelah aplikasi Internet Explorer diaktifkan.Pada menu ini terdapat beberapa submenu,antara lain.
(1) New|Window , digunakan untuk menampilkan jendela Internet Explorer Yang baru.
(2) New|Message ,digunakan untuk membuat atau menyusun pesan E-mail baru.
(3) New|Post , digunakan untuk mengirimkan pesan-pesan Newsgroup.
(4) New|Contact , digunakan untuk menampilkan atau membuat data baru pada aplikasi Address Book.  
(5) New|Internet Call , digunakan untuk mengaktifkan NetMetting atau menampilkan aplikasi telepon Internet.

b) Open, digunakan untuk membuka dokumen atau folder yang berada di dalam komputer pengguna maupun di dalam jaringan Internet Explorer.
c) Edit, digunakan untuk mengganti tampilan teks editor dalam web dengan menggunakan aplikasi HTML editor.
d) Save, digunakan untuk menyimpan halaman web yang sedang diakses.
e) Save As, digunakan untuk menyimpan halaman web sesuai dengan format yang diinginkan,seperti : format web Page , complete:Web archive,Single file:Web Page,HTML only:dan format Text File.
f) Page Setup, digunakan untuk mengatur halaman pencetakan pada halaman web.
g) Print , digunakan untuk mencetak halaman web.
h) Print Preview , digunakan untuk melihat tampilan web sebelum dicetak.
i) Send , digunakan untuk mengirimkan sebuah halaman web yang sedang diakses ke lokasi tertentu sebagai bahan referensi.Menu ini terdiri dari beberapa submenu,antara lain.
(1) Send|Page by E-mail,digunakan untuk mengirim sebuah halaman web kepada orang lain melalui sebuah pesan E-mail.
(2) Send|Link by E-mail,digunakan untuk mengirim link sebuah halaman web kepada orang lain melalui pesan E-mail.Proses pengiriman menggunakan perintah Send|Link by E-mail sama dengan proses pengiriman menggunakan perintah Send|Page by E-mail,namun dengan perintahSend|Link by E-mail yang dikirimkan hanyalah teks link dari alamat Internet halaman tersebut dan bukan tampilan halaman web.Untuk melihat pesan yang telah diterima,kita dapat mengklik pada teks link dalam pesan E-mail untuk melihat alamat yang direferensikan tersebut.
(3) Send|Shortcut to Desktop , digunakan untuk menampilkan ikon atau tombol shortcut ke sebuah halaman web pada desktop.
j) Import and Export , digunakan untuk mengimpor dan mengeksport file Favorites dan Cookies dari aplikasi web browser di dalam sistem komputer.
k) Properties , digunakan untuk melihat properties informasi secara umum mengenal file halaman web yang sedang diakses.
l) Work Offline , digunakan untuk mengakses informasi dari situs web tanpa melakukan koneksi ke internet.
m) Close, digunakan untuk menutup aplikasi Internet Explorer.

2. Menu Edit
Menu Edit berfungsi untuk mengelola halaman web yang sedang diakses.Pada menu Edit terdapat lima submenu untuk mengedit atau memanipulasi data atau informasi yang terdapat pada halaman web yang sedang aktif.Menu ini dilengkapi dengan shortcut dan dapat ditampilkan dengan mengklik pada objek yang akan dikelola.
Berikut ini penjelasan dari masing-masing submenu yang terdapat pada menu Edit beserta fungsinya.

a) Cut , digunakan untuk memotong teks yang telah diseleksi pada halaman web dan memindahkannya ke dalam clipboard.
b) Copy , digunakan untuk menyalin bagian data pada halaman web yang telah diseleksi ke dalam clipboard.
c) Paste , digunakan untuk menyisipkan data yang tersimpan di dalam clipboard ke lokasi yang diinginkan.
d) Select All , digunakan untuk memilih atau menandai seluruh isi dokumen atau elemen pada halaman web.
e) Find , digunakan untuk mencari kata atau kalimat tertentu yang terdapat pada dokumen atau halaman web yang aktif.

3. Menu View
Menu View merupakan salah satu perintah yang digunakan untuk mengatur tampilan dalam mengakses halaman web.Kita dapat mengatur tampilan web tersebut dengan memilih submenu sesuai fungsi yang kita inginkan.

a) Toolbars , digunakan untuk mengatur tampilan pada toolbar Internet Explorer.
b) Status Bar digunakan untuk menampilkan atau menyembunyikan elemen status bar pada halaman Internet Explorer yang tampak di layar monitor dengan cara memilih dan mengklik perintah status bar.
c) Explorer Bar , digunakan untuk menampilkan atau menyembunyikan jendela Explorer Bar pada halaman Internet Explorer yang terlihat pada layar monitor.Kita dapat menampikan jendela Explorer Bar dengan memilih dan mengklik perintah tersebut.
d) Go To , digunakan untuk menampilkan kembali halaman web yang sebelumnya telah dibuka atau kembali ke awal halaman yang telah diakses sebelumnya.
e) Stop , digunakan untuk menghentikan proses pengaksesan pada sebuah situs web yang belum selesai.
f) Refresh , digunakan untuk menampilkan atau mengulang kembali akses pada halaman web yang tidak sempurna atau menyegarkan kembali akses halaman web aktif yang telah dikunjungi dalam web cukup lama.
g) Text Size , digunakan untuk mengatur ukuran teks atau huruf teks menjadi lebih kecil,sedang,dan lebih besar dari dokumen yang sedang diaktifkan.
h) Encoding , digunakan untuk menentukan bahasa yang dipakai pada halaman web yang aktif .
i) Source , digunakan untuk menampilkan file halaman web berdasarkan susunan kode HTML.
j) Privacy Report , digunakan untuk melihat pernyataan tentang kebijakan privasi yang disediakan sebuah situs web.Privacy Report berisi informasi tentang halaman web yang sudah dibuka.
k) Script Debugger , digunakan untuk menampilkan kesalahan perintah yang kita masukan.
l) Full Screen , digunakan untuk menampilkan halaman web satu layar penuh sehingga informasiyang tersaji dapat dibaca dengan leluasa tanpa baris judul (Title Bar),baris status (status Bar), dan baris menu (manu Bar).

4) Menu Favorites
Menu Favorites digunakan untuk menyimpan dan mengelola link pada website.Dengan menambahkan link website,kita tidak perlu mengingat alamat internet dari website tersebut sehingga memudahkan kita dalam mengaksesnya.Selain itu,kita juga dapat menikmati informasi pada situs web favorite secara off-line.
Berikut ini penjelasan dari masing-masing submenu yang terdapat pada menu Favorites beserta fungsinya.
a) Add to Favorites , digunakan untuk menyimpan web atau homepage yang diinginkan ke dalam folder Favorites untuk diakses kembali di lain waktu.
b) Organize Favorites , digunakan untuk mengelola halaman web atau homepage yang terdapat pada folder Favorites agar lebih rapih dan mudah untuk diakses kembali.Pengelolaan yang dapat dilakukan pada halaman web atau homepage,seperti membuat folder baru,mengklasifikasikan file ke dalam folder,mengganti nama folder atau file,menghapus folder atau file,dan menetapkan fungsi off-line.
c) Item lain ini berisi daftar alamat yang pernah disimpan ke dalam folder favorites dan jumlahnya tergantung dari alamat yang pernah kita simpan pada folder tersebut.

5) Menu Tools
Menu Tools digunakan untuk menampilkan fasilitas khusus yang dimiliki oleh aplikasi INternet Explorer,seperti untuk mengakses Ountlook Express,melakukan sinkronisasi semua ini data yang dapat ditampilkkan secara off-line dan meng-update komponen Windows dari Internet.

a) Mail and News,digunakan untuk mengelola pengiriman dan penerimaan pesan E-mail dan E-news melalui aplikasi di dalam Internet Explorer.Pada Mail and News terdapat beberapa submenu antara lain.
(1) Read Mail ,digunakan untuk membaca pesan E-mail yang diterima melalui program klien E-mail.
(2) New Message ,digunakan untuk menyusun dan mengirim pesan E-mail baru.
(3) Send a Link ,digunakan untuk mengirimkan sebuah link web melalui pesan E-mail.
(4) Send Page , digunakan untuk mengirimkan halaman web aktif melalui pesan E-mail.
(5) Read News ,digunakan untuk membaca pesan dari server newsgroup.
b) Synchronize,digunakan untuk memperbarui atau meng-update halaman situs web favorit sehingga informasi yang akan diakses secara offline akan tersaji secara up to date.
c) Window Update,digunakan untuk meng-update sistem operasi windows beserta aplikasi penunjang lainnya yang terdapat pada sistem komputer pengguna.
d) Show releted Links,digunakan untuk melihat daftar link referensi situs web yang memiliki keterkaitan dengan halaman web yang sedang diakses.
e) Internet Options,digunakan untuk mengatur aplikasi Internet Explorer secara menyeluruh,seperti mengatur tampilan awal Internet Explorer dan cara berkoneksi dengan Internet Explorer.

Standard Button
tampilan ikon yang terdapat pada toolbar.Secara default,fungsi Standard Buttons dalam keadaan aktif akan ditampilkan dengan tanda cek/pilih.Jika kita menghilangkan tanda cek atau tanda pilih pada pilihan Standard Buttons, maka ikon akan disembunyikan. Pada standard button terdapat icon:
Icon Back        :  Menampilkan halaman sebelumnya (yang telah ditampilkan).
Icon Forward  :  Menampilkan halaman selanjutnya (yang telah ditampilkan).
Icon Stop        :  Menghentikan download atau transfer web page saat ini)
Icon Refresh   :  Mengulangi download atau transfer web page saat ini.
Icon Home      : Menampilkan Start Page, yaitu web  Site pertama yang tampil setiap saat memulai Internet Explorer (Start Page default adalah http://www.msn.com)
Icon Search     :  Menampilkan Search Page, yaitu web page untuk mencari data dalam Internet
Icon Favorites :  Membuka folder Favorites. Selanjutnya, anda dapat memilih tempat-tempat atau web site-web site Favorit yang pernah anda kunjungi.
Icon Print        :  Mencetak web page saat ini.


I Gusti Made Wirawan Adinata/36/IX F

Senin, 27 Januari 2014

Cristiano Ronaldo ● Amazing Skills Show ● 2013-2014

Sebuah cerpen yang dulunya mau saya lombakan, tapi batal karena sebuah kendala. Nikmati!

Arti Sebuah Persahabatan
Waktu terus berjalan, tak terasa setahun sudah aku menjadi seorang siswa SMP. Setahun bukanlah waktu yang singkat. Beragam aktivitas dan pengalaman kulewati bersama teman-temanku di sekolah. Maklum di usiaku menginjak remaja rasanya susah mencari pengalaman yang tidak menyenangkan, karena kami umumnya masih senang bercanda, bersenda gurau, dan sekali-sekali pergi bersama ke suatu tempat.
Suatu hari, aku dan beberapa teman sekelasku sedang asik ngobrol. Saat itu, baru saja kami usai mengikuti pelajaran olah raga. Tiba-tiba melintas seorang teman dari kelas lain namanya Ketut Wiranata. Aku sering memanggilnya Tut Wi. Rumahnya kebetulan berdekatan denganku, sehingga walau tidak sekelas kami sangat akrab. Dia seorang anak yang berasal dari keluarga sederhana. Namun, Tut Wi adalah sosok anak remaja yang bersahaja, mandiri, dan cerdas. Dia selalu mendapat juara umum di sekolahku dan sepulang  sekolah ia punya kesibukan sendiri. Ia membantu ibunya berjualan di sekitar perumahan tempat tinggalnya.
“Hai Tut Wi,  mau ke mana, ini kan masih jam pelajaran kok sudah gendong tas?”, tanyaku. “Oh, Gung Ade. Ya, Gung aku permisi pulang duluan, karena Bapakku masuk rumah sakit”, jawabnya singkat sambil berlalu tanpa menghiraukan kami lagi. Begitu cepat langkahnya, hingga tidak sempat aku nanya lebih banyak lagi.
***
Sore itu di hari Minggu. Seperti biasa aku dan teman-temanku bermain bola di lapangan. Bapakku  pergi olah raga sore di pantai. Demikian juga kakakku, dia sibuk dengan rutinitasnya sebagai seorang mahasiswa. Sore itu di rumahku hanya ada ibuku sendirian. Dalam kesendiriannya, ibuku mengisinya dengan kegiatan nyapu dan bersih-bersih rumah.
“Pisang goreng … pisang goreng, masih hangat”. Dari kejauhan terdengar sayup-sayup oleh ibuku suara pedagang jajan. Ibuku tetap asik dengan sapunya menyapu halaman tanpa mempedulikan suara pedagang itu yang semakin mendekat. Sampai akhirnya suara itu berhenti di depan gerbang rumahku. “Pisang goreng Bu, masih hangat. Beliin satu ya, Bu”, kata pedagang itu seolah memelas kepada ibuku sambil membuka kertas koran penutup dagangannya.
Ibuku menatap sesaat pedagang itu sambil mengingat-ingat sepertinya pernah dilihatnya anak itu. Maklum ibuku setiap hari menjemputku di sekolah, mungkin saja pernah melihat sosok anak seperti pedagang itu. Sambil menggelengkan kepalanya, ibuku berkata,”Maaf Nak, saya tidak berniat membeli pisang goreng”.
Pedagang itu tersenyum kecut. Tampak di wajahnya kekecewaan lalu berujar,”Tidak apa-apa Bu, mungkin lain kali bisa beli”. Sambil menutup dagangannya kembali dengan kertas Koran, ia pun melangkahkan kakinya beranjak dari depan rumahku.
Ibuku memang perasa sekali dan cepat merasa iba. Begitu melihat wajah pedagang itu yang sedikit kecewa, cepat-cepat  ibuku berkata,”Bukannya saya tidak mau membeli, Nak. Tapi karena baru saja ibu selesai membuat pisang goreng. Jadi, mubazir kalau ibu beli”.
Pedagang itu sekali lagi berusaha tersenyum, meski guratan kekecewaan masih terlihat di wajahnya. “Terima kasih Ibu tidak apa-apa. Saya pamit dulu Bu”.
Ibuku menganggukkan kepalanya lemah. Ditatapnya pedagang itu dengan perasaan kasihan. Penampilan pedagang itu tampak sederhana dan bersahaja. Tentu ia berasal dari keluarga yang sederhana pula. Ibuku merasa semakin iba dan teringat aku, karena pedagang itu seusiaku. “Ah, maafkan Ibu, Nak. Belum bisa membantumu”.
Pedagang itu berpaling lagi ke arah ibuku, lalu tersenyum yang dipaksakan. Lagi-lagi ibuku merasa tidak enak. Dan pedagang itu pun melangkahkan kakinya. Baru beberapa langkah saja beranjak dari depan gerbang rumahku, aku datang dari lapangan bola. Bajuku basah oleh keringat dan aku  membawa bola. Betapa kagetnya aku. Tanpa kusangka dan kuduga di depanku telah berdiri seorang pedagang pisang goreng yang tak lain adalah temanku sendiri di sekolah. Dia adalah Ketut Wiranata yang sering kusapa Tut Wi.
“Lo, ada kamu di sini, Tut?” tegurku seraya masih terheran-heran ketika melihat anak itu. Rasanya aku tidak percaya yang ada di depanku adalah sahabatku sendiri. Memang aku sering dengar Tut Wi membantu orang tuanya berdagang, tapi tidak kusangka berdagang keliling menjajakan pisang goreng. Anak itu menghentikan langkahnya.
“Ya Gung Ade. Aku sedang membantu menjajakan dagangan ibuku berkeliling,” katanya sambil sedikit tersipu agak malu. Cepat-cepat kutarik tangannya, kuajak ia duduk di depan rumahku. Kebetulan di depan rumahku ada tempat duduk yang biasanya aku gunakan duduk-duduk bersama teman-teman.
“Tut nggak usah kamu malu kayak gitu, baru kulihat menjajakan dagangan ibumu. Aku tak kan cerita ke siapa pun di sekolah,” ujarku sambil mencoba mencairkan suasana batin Tut Wi yang tampaknya bergejolak. “Tut, aku salut punya teman sepertimu. Kamu seorang anak yang ulet, jujur, dan pintar. Bahkan kamu termasuk anak yang mandiri. Di usiamu yang masih remaja ini kamu sudah merintis usaha untuk menyongsong masa depanmu. Dan yang lebih penting, kamu anak yang berbakti kepada orang tuamu”, kataku seperti orang tua yang menasihati anaknya.
“Ah, Gung Ade  bisa aja. Aku nggak malu kok dengan kondisi ini. Kalau malu mungkin kita tidak bertemu seperti ini. Aku hanya ingin membantu orang tuaku. Lagian kegiatan ini kulakukan di waktu-waktu senggang,” ujarnya dengan senyum yang sedikit dipaksa. “Oh, ya. bagaimana kedaan Bapakmu, apa sudah sehat?” tanyaku menanyakan kondisi ayahnya yang sebelumnya dibilang masuk rumah sakit. “Syukurlah Gung, sakit ayahku tidak parah. Dan sekarang sudah sembuh,” urainya.
Saat kami asik ngobrol, ibuku nongol dari pintu gerbang. Rupanya beliau mengintip obrolan kami tadi. “Oh, ternyata kamu satu sekolah dengan Gung Ade, ya Nak. Pantesan dari tadi ibu selalu mengingat-ingat rasanya pernah bertemu denganmu. Tapi entah di mana. Siapa namamu Nak?” celoteh ibuku. “Ketut Wiranata, Bu,” kata Tut Wi menjawab pertanyaan ibuku.
 Ibuku kemudian berujar,”Gung Ade, jangan Tut Wi diajak ngobrol terus, kasihan dagangannya nanti nggak habis. Ayo, ambil uang dan beli pisang gorengnya. Kasihan Ketut.” Ibuku merasa iba kepada Tut Wi, lebih-lebih setelah tahu bahwa ia adalah teman sekolahku. Walaupun sebenarnya di rumah sudah ada pisang goreng.
Tanpa pikir panjang aku beranjak masuk. Ketika aku mengambil uang ke dalam rumah, rupanya ibuku juga sempat ngobrol dengan Tut Wi. “Wah, kamu anak yang hebat Tut. Kamu anak yang rajin dan berbakti kepada orang tuamu. Tentu orang tuamu bangga punya anak sepertimu”, kata ibuku. “Terima kasih Bu. Nggak juga Bu, aku biasa-biasa saja. Ini kulakukan sekedar mengisi waktu luang dan hitung-hitung bantu orang tuaku”, ujar Tut Wi menimpali pujian ibuku. “Kamu tinggal di mana”, lanjut ibuku ingin tahu lebih jauh tentang Tut Wi. “Saya tinggal di perumahan sebelah Bu, tidak jauh koq dari sini,” ujar Tut Wi.
Saat ibuku dan Tut Wi sedang ngobrol aku keluar bawa uang dan siap membeli pisang goreng Tut Wi. Saat itu pula teman-teman sepermainanku di lapangan tadi datang. Aku juga mengajak mereka untuk membeli pisang goreng Tut Wi. Mereka ikut duduk di sampingku sambil membeli pisang goreng Tut Wi. “Wah pisang gorengnya masih hangat dan enak. Besok lagi dagang ke sini ya!” kata Putra tetanggaku. “Ya, besar-besar lagi,” Gilang temanku yang lain menimpali. Kami pun menikmati pisang goreng Tut Wi bersama-sama.
Tak terasa, akhirnya dagangan Tut Wi habis terjual di depan rumahku. Dan teman-temanku juga kuperkenalkan dengan Tut Wi. Kami sempat ngobrol bersama-sama tentang berbagai hal termasuk pelajaran di sekolah. Tut Wi  memang anak yang senang dan pintar bergaul, sehingga cepat akrab dengan teman-temanku tanpa merasa ada perbedaan di antara kami. Ia tidak risih dan canggung, walau baru kenal.
***
Waktu sudah menunjukkan jam enam sore, kami pun bubaran.”Terima kasih Gung Ade, kamu telah membantu saya hingga daganganku habis terjual. Kamu memang sahabatku yang baik” kata Tut Wi sambil merapikan tempat dagangannya. “Ya, Tut sama-sama. Sudah menjadi kewajiban kita saling menolong sesama teman Tut. Semoga usahamu terus berkembang,” sahutku menimpalinya. Ia juga tak lupa pamitan kepada ibuku.
“Ibu … Ibu… Terima kasih ya, atas bantuan Ibu, telah membeli pisang goreng saya,” katanya sambil pamitan kepada ibuku. “Ya, Tut sama-sama. Nanti main-main ke sini sama Gung Ade,” ujar ibuku sambil berjalan ke depan menghampiri Tut Wi. Tut Wi pun beranjak melangkah meninggalkan aku dan ibuku yang masih menyimpan perasaan salut kepadanya.
 Ibuku berujar, ”Gung, kamu harus bisa mengambil pelajaran dari peristiwa tadi. Maksud Ibu, kamu sudah menunjukkan sikap yang baik terhadap teman. Kamu tidak membeda-bedakan teman. Dan itu sikap yang patut dipupuk sebagai bukti sebuah persahatan. Kita tidak boleh membeda-bedakan teman. Sahabat yang sejati adalah sahabat ketika kita sama-sama merasakan baik suka maupun duka tanpa melihat status sosialnya. Inilah arti sebuah persahabatan sejati”.